Puisi 24

Gembiraku

Tak usah pergi
Di rumah saja
Baik-baik
dan tunggu ...
Itu yang kau katakan

Saat kubilang harus
Kau berbisik
Hancurkan saja
Dibuang saja
Aku mau bersamamu ...

Ah, kau gembiraku ...
Pujaan hatiku

Sssshhhh
Jangan menangis sayang,

Saat aku bersedih
Kau bergumam,
Jangan bersedih

Dan lihat
Air matamu
Juga menganak sungai
Di kedua pipimu

Sssssshhhh
Jangan menangis sayang ....

Ah, kau gembiraku
Malaikatku
Jantung hatiku ...
Gemakanlah,
Sayang, suaramu
Pancarkanlah
Cinta, sukacitamu
Gembiramu

Biar dunia lega
Dan tak terbeban
Karena kau tersenyum
Karena murni hatimu
Terpancar di senyummu
Katamu
Dan sikapmu

Dan ya,
Tak salah aku ...
Mata itu ...
Mata milikmu ...
Berpendar ...
Bersinar ...
Bercahaya ...
Menyejukkan
Mendamaikan
Jiwa dan roh yang gelisah

Sentuhlah
Mulia,
Dunia
Dengan kelembutanmu
Sapalah
Paduka
Alam raya
Dengan keceriaanmu
Buatlah mereka segan
Dengan keanggunanmu

Agar mereka tahu
Kasihlah
Jawaban
Agar mereka paham
Sang Raja Damailah
Penguasa
Keadilan
Kesejatian

Karena DIA telah memilihmu
Sayangku
Bukan karenaku
Bukan karena kami
Pendosa yang hina ini

Ingatlah kami
aku
Akan hari saat kau hadir
Hari para ibu
Para ibu penolong
Para ibu sumber kasih
Para ibu yang berdiri
Atas terbitnya mulia
Atas terpancarnya jaya
Para ibu gembira
Ya Gembiraku
Sayangku

Comments

Popular posts from this blog

Puisi 144

Puisi 146

Puisi 147