Puisi 13
Dengarlah Suaraku, Bacalah Risalahku
aku memulainya dengan ini
"Aku, Akulah DIA yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu." (Yesaya 43:25)
Maka dengarlah suaraku
seperti aku berbicara padamu
Bacalah risalahku
seperti kutuliskan untukmu
Saat itu
engkau berhasil
seperti yang kau mau
menghancurkan aku
saat itu
engkau berlalu
dengan katamu
meremukkan tulangku
katamu
aku pemberontak
katamu
aku berhenti
aku tak bermakna
aku tak berguna
katamu
tak ada mufakat
katamu
kau terganggu
katamu
aku harus berlalu
kau berhasil
saat itu
seperti yang kau mau
menenggelamkan aku
pada rongga penderitaan
dalam ceruk ketidakpastian ...
kau mampu
saat itu
mendorongku
berenang dalam kolam kebencian
seperti kendi yang hancur
berantakan
tak berbentuk
tak berarti
hatiku
saat itu
Sekarang
dengarlah suaraku
seperti aku bicara padamu
bacalah risalahku
seperti kutuliskan untukmu
aku mengampunimu
aku memaafkanmu
aku mengampunimu
aku memaafkanmu
tak ada lagi sakit
tak ada lagi luka
tak ada lagi air mata
untukmu, karenamu
Lihatlah ...
aku dibentuk kembali
Perhatikan ...
aku dibangun lagi
Tangan KOKOH itu
Menggenggam aku
Menatang
dan mengangkat aku
Ya, aku mengampunimu
aku memaafkanmu
Dengarlah suaraku
seperti aku bicara padamu
Bacalah risalahku
seperti kutuliskan untukmu
aku memulainya dengan ini
"Aku, Akulah DIA yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu." (Yesaya 43:25)
Maka dengarlah suaraku
seperti aku berbicara padamu
Bacalah risalahku
seperti kutuliskan untukmu
Saat itu
engkau berhasil
seperti yang kau mau
menghancurkan aku
saat itu
engkau berlalu
dengan katamu
meremukkan tulangku
katamu
aku pemberontak
katamu
aku berhenti
aku tak bermakna
aku tak berguna
katamu
tak ada mufakat
katamu
kau terganggu
katamu
aku harus berlalu
kau berhasil
saat itu
seperti yang kau mau
menenggelamkan aku
pada rongga penderitaan
dalam ceruk ketidakpastian ...
kau mampu
saat itu
mendorongku
berenang dalam kolam kebencian
seperti kendi yang hancur
berantakan
tak berbentuk
tak berarti
hatiku
saat itu
Sekarang
dengarlah suaraku
seperti aku bicara padamu
bacalah risalahku
seperti kutuliskan untukmu
aku mengampunimu
aku memaafkanmu
aku mengampunimu
aku memaafkanmu
tak ada lagi sakit
tak ada lagi luka
tak ada lagi air mata
untukmu, karenamu
Lihatlah ...
aku dibentuk kembali
Perhatikan ...
aku dibangun lagi
Tangan KOKOH itu
Menggenggam aku
Menatang
dan mengangkat aku
Ya, aku mengampunimu
aku memaafkanmu
Dengarlah suaraku
seperti aku bicara padamu
Bacalah risalahku
seperti kutuliskan untukmu
Karitas I, 1 November 2010
Comments
Post a Comment