Puisi 144
Sekali Lagi Kerendahan Hati
Setingkat lagi....
Saat kemarahan
Dengan kesalahpahaman
Niat baik berbalas dendam
Kebencian dan serapah
Ketika jujur dan kata hati
Dikerjai gengsi
Betapa perih
Tarikan nafas
Karena rindu
Rindu padaMu
Duhai Kekasihku
Jika boleh kusebut Engkau begitu
Aku datang, ya jiwaku
Menyumbat rindu tak terperi
Mengadu padaMu
Ya Rohku
Sebab Engkau Mahamemahami
Bahkan yang tersembunyi sekalipun
Jalan sunyiku
Menghantar Penghuni SurgaMu
MengenalMu sebagai Bapa dan Kekasih Abadi
Ajarilah aku untuk sekali lagi
Lagi, lagi dan lagi
Rendah Hati dan menyerukan hikmat KebijaksanaanMu
Setingkat lagi....
Saat kemarahan
Dengan kesalahpahaman
Niat baik berbalas dendam
Kebencian dan serapah
Ketika jujur dan kata hati
Dikerjai gengsi
Betapa perih
Tarikan nafas
Karena rindu
Rindu padaMu
Duhai Kekasihku
Jika boleh kusebut Engkau begitu
Aku datang, ya jiwaku
Menyumbat rindu tak terperi
Mengadu padaMu
Ya Rohku
Sebab Engkau Mahamemahami
Bahkan yang tersembunyi sekalipun
Jalan sunyiku
Menghantar Penghuni SurgaMu
MengenalMu sebagai Bapa dan Kekasih Abadi
Ajarilah aku untuk sekali lagi
Lagi, lagi dan lagi
Rendah Hati dan menyerukan hikmat KebijaksanaanMu
Comments
Post a Comment