Posts

Showing posts from July, 2015

Puisi 133

Evaporate Have to do this I am sorry I am evaporating This Evaporates Surely with a powerful hope I am pulling myself out

Puisi 132

Bike I found the deepest meaning of it You are making a meant of it It was not short distance It was long and enough to make you pass out ... What for?  That route ... Far Hot Dusty Smooky Crowded You made it so special I wish that was not for me That was for yourself For your spontaneous Your own impulse You, do not have to answer me That bike talks a lot ... Oh ...

Puisi 131

Semester Jejaring hari dan waktu melingkupiku Pada kala sementara Tak berapa lama Mampu hadirkanku Pada dalam diri Yang manusiawi Mengenai kita Tat Twam Asi Aku adalah kamu Kamu adalah aku Aku, kamu adalah dia Adalah mereka Awal sapa hangat waktu itu Januari, kala waktu tiba-tiba menyergap Selaksa hendak menelan kita Kau bicara Kau berkata Entah sepenuh dan setulus hati atau hanya pemanis, ajian rayuanmu Ini tentangku Ini tentangmu Ini tentang kita Ahay, aku tergoda Benang - benang kabut menjalariku Sulur - sulur masa lalu mendekapku aku hilang dan tersesat Pada tanya tersumbat aku merindu seperti di kala lalu aku menyuruk, pasrah seperti pada ibu Manis Tetapi pahit Menggelenyar Tetapi takut Masa kini bukanlah masa lalu Masa lalu adalah guru Tak hendak aku serahkan kekinianku Pada gelombang masa lalu Terhantar pun dalam jalinanku dengan penuh rindu Masaku Masa ini untuk hidupku Semester ini aku tahu aku pun bukan milikku sendiri ada D...

Puisi 130

Di Hening Pagi Dingin udara menyelusup Mengetuk, mengundang kedua kelopak mata Terbuka Segaris senyum menyapa "Selamat pagi" Remang-remang kesadaran Berangsur berpendaran Sepi Diam Telah beberapa hari dalam diam Tanpa sapa dan alunan Hening pagi Tak bertepi Berkerejapan kenangan Berlarian untaian kata Bahkan jadi penghantar Pada malam sebelum lelap Kau adalah kenangan Kau adalah surga di hening pagiku Kemanusiawianku Apakah manusia? Hanya sebatang bunga rumput yang pagi mekar Untuk kemudian layu dan mati di sore hari Ah Tak hendak aku hanyut lagi pada kata Aku ingin mendekapmu Untuk mengiringi detak jantungmu Aku ingin memelukmu Untuk sekedar berjumpa dengan kehidupan Karena aku haus dan aku sendiri Karena aku lelah dan hendak dibarui Terima kasih untuk senyum Yang menarikku pada pagi Manusiawi Lemah dan berduri Aku tekuk pada jemari Dalam untaian biji-biji rosari Pertanda aku tak sendiri Di hening pagi ...

Puisi 129

Periode Ini Mengungkap pendam Bukan pada mata namun kata Pada jemari Aku tak menatap pada dua Inginku Tetapi ini Gejolak tak juga berjumpa henti Aku mengungkap Aku menerejap Rasaku Ingin ingkar Tapi tak hendak lari Hasrat tak pudar Selaksa doa tak jua terberkati Bukan hina dina Hanya rasa Mencari taut Tanya Akankah jumpa jawab Kau menempuh alur tenang pikirku Kau menarik gemetar ingatanku Pada apa Pada hening hatiku Kau cari semesta detakku Hening dan diam ini tak hendak mengubahku Satu mau Mengungkap Berbagi Mendesau jaring kalimat Ataukah Pergi Anggap tak berarti Namun bersiap timbul kembali Oh

Puisi 128

Save Me from My Heart It is blowing It is mixing save me from my heart ....

Puisi 127

Tranquility I had it, finally The big storm Blowing Rushing Attacking but not ruinning I had no ideas about it So human Ruled Probably possessed I could not fly high I was trapped I was tied But now, it is the time in a tranquility I do not want to loose The precious one In my life That was meant to be in my life It is the time to give thanks to be grateful of a companion the eternal one the powerful one In a tranquility I find You to rest and stay I was covered by Your Wings Borrow the words: Know Your Power in quietness and trust I love this moment The tranquility where I can produce more and more when I can love more and more and to be with You forever more