Posts

Showing posts from July, 2013

Puisi 95

Who will be with me tonight? What a laugh ... Along the time What a show ... Made me contemplate I couldn't even stop, thinking I am awake, alone ... Who will be with me tonight? Accompany me to surf... Through the night power and darkness To knock even the silence To wave the breath to nothing To let the thought walk slowly around, in the wild ... Who will be with me tonight? Anybody? To touch the very sorrowful mind To get rid of its anxiety itself Who will be with me tonight? To daydream about a future The future of a nation? Any younger one? Or another older? Who will be with me tonight?

Puisi 94

What Should I Do to Someone Prayed Something Bad for Me and Confessed? It was hurt To hear the facts That I do not even imagine before That I tried to do good things for everybody around I just want to do my part Just wanted to be responsible But then I told myself I don't care I let myself to see my own I learn to be better But what should I do to someone prayed something bad about me and confessed?

Puisi 93

Petikan Malam Bukankah ini malam, Sayang? Dan malam tak bisa memetik ... Tapi kau dengar, Sayang? Dawainya mengalun ... Tak bersuara Namun membuatmu menari Bukankah ini malam, Sayang? Selalu sunyi ... Tapi kau dekap, Sayang? Nadanya, tenang Membuatmu terlelap Ini malam, Sayang... Istirahatlah ... Pejamkan mata ... Dekatkan jantungmu Pada hatiku Biar hening Tiba ... Memutus lelah Lupakan sejenak hiraumu Biar kupeluk Dan kulumat penat Ijinkan malam, kali ini memetik Sayang, buah damai untukmu Selamat, Sayang, pada malam Nantikan pagi, cerah, dan hari baru

Puisi 92

A Parade of Thought Slowly diggest Then walk a bit faster Now it is running Even going wilder What a parade of thought Which one the start, which part is the end? None ... From a corner to a middle From a line to sides What a parade of thought Now YOU hear me?

Puisi 91

Selesak Ini Ada-MU untukku Saat ku mendayu Kutapak sadar Dua malam Namun aku menghiba Meminta dan mengharap Pada waktu berjalan Berguru pada fajar setia Ada Tiba KAU bicara Cerecap seluruh indra Tak henyak Terjaga Betapa yang hina Dina bahkan tak bersuara KAU dengar Bunga rumput tak bergoyang Pada pagi tersapa Pada senja melayu dan sirna Papa Duafa Hadap-MU tanpa suara Hanya air mata Asa Berharga Memantul Tak ingin melambung Duhai Surga Sunnguh jauh Nan Mulia Selesak ini tiada tara

Puisi 90

Selaksa Doa Tanpa suara Tanpa kata Hanya airmata Terdengar Terbaca Sunyi Melilit Memagut Ini doa Selaksa doa tanpa rima

Puisi 89

Tiada, Ada, Tiada Biarlah yang tiada tetap tiada. Ketika ada diterima menjadi ada kemudian tiada, apa harus dikata, syukur atau pelelap asa. Sayangnya, yang KAU riba penuh cela.... Aku sapa malam... Ia sunyi Aku ketuk malam... Ia terbuka namun diam Hanya hati Lirih Menyelesak Riba-Mu yang kutemui...