Puisi 15

Apa Rasaku

Apa rasaku?
Pedih, di mataku
Melihat air matamu
Kudengar rintihanmu
Gelombang air
Menyapu hidupmu

Apa rasaku
Sakit, di hatiku
Merasakan
kehilanganmu

Dingin
Udara saat itu
Sunyi
Hari-harimu

Bukan lagi air mata
Tetapi darah
Bukan lagi hati
Tetapi jiwa

Belum kering
Basah

Perih
Terkena abu

Apa rasaku
Mulutku kering
Dukaku
Tak tersalur

Larimu
Terseok
Yakinmu
Teruji

Abu
Abu
Abu

Batu
Batu
Batu

Panas
Panas
Panas

Apa rasaku
Apa dayaku
Hanya isak
Hanya doa
untukmu
Karitas I, 6 November 2010

Comments

Popular posts from this blog

Puisi 144

Puisi 146

Puisi 147