Puisi 14
Dan Sekarang
"Bapa leluhurmu yang pertama sudah berdosa,
dan juru bicaramu telah memberontak terhadap AKU.
Jadi AKU terpaksa menajiskan pemimpin-pemimpin tempat kudus,
dan terpaksa menyerahkan Yakub untuk ditumpas,
dan Israel untuk dinista." (Yesaya 43: 27-28)
Keterpaksaan-MU
Ya Tuhan, tangguhkanlah
Keterpaksaan-MU
Ya Tuhan, batalkanlah
Murnikan kami
anak cucu leluhur kami
sucikan kami
kerabat dekat moyang kami
Keterpaksaan-MU
Ya Tuhan, alihkanlah
Keterpaksaan-Mu
Ya Tuhan, hapuskanlah
Kami tak sanggup
menanggungnya
Kami tak mampu
memikulnya
Bukankah telah KAU murnikan?
Bukankah telah KAU tahirkan?
Darah-MU sendiri?
Air suci-MU sendiri?
Cukupkanlah, ya Tuhan
Tanggungan kami
Bangkitkanlah, ya Tuhan
Mulia-MU dalam diri kami
Layakkanlah ya Tuhan
Perjalanan baru kami
Lupakanlah dosa leluhur kami
Lenyapkanlah pemberontakan juru bicara kami
Sucikanlah kembali pemimpin-pemimpin tempat kudus
Pulihkanlah Yakub dalam genggaman-MU
Bangkitkanlah Israel dalam pelukan-MU
Kami kini dalam Perjanjian Baru-MU
Berjalan kembali pulang menuju Kerajaan-MU
"Bapa leluhurmu yang pertama sudah berdosa,
dan juru bicaramu telah memberontak terhadap AKU.
Jadi AKU terpaksa menajiskan pemimpin-pemimpin tempat kudus,
dan terpaksa menyerahkan Yakub untuk ditumpas,
dan Israel untuk dinista." (Yesaya 43: 27-28)
Keterpaksaan-MU
Ya Tuhan, tangguhkanlah
Keterpaksaan-MU
Ya Tuhan, batalkanlah
Murnikan kami
anak cucu leluhur kami
sucikan kami
kerabat dekat moyang kami
Keterpaksaan-MU
Ya Tuhan, alihkanlah
Keterpaksaan-Mu
Ya Tuhan, hapuskanlah
Kami tak sanggup
menanggungnya
Kami tak mampu
memikulnya
Bukankah telah KAU murnikan?
Bukankah telah KAU tahirkan?
Darah-MU sendiri?
Air suci-MU sendiri?
Cukupkanlah, ya Tuhan
Tanggungan kami
Bangkitkanlah, ya Tuhan
Mulia-MU dalam diri kami
Layakkanlah ya Tuhan
Perjalanan baru kami
Lupakanlah dosa leluhur kami
Lenyapkanlah pemberontakan juru bicara kami
Sucikanlah kembali pemimpin-pemimpin tempat kudus
Pulihkanlah Yakub dalam genggaman-MU
Bangkitkanlah Israel dalam pelukan-MU
Kami kini dalam Perjanjian Baru-MU
Berjalan kembali pulang menuju Kerajaan-MU
Karitas I, 1 November 2010
Comments
Post a Comment