Posts

Puisi 147

Mimpi Mimpi Lembaran lembaran kisah dan risalah Menghantarkan henyakku Berdiri pada tepian tepian mimpi Aku masih di sini Dalam kepungan angan dan damba Pada relung kedalaman sunyi Aku mencari Apakah sejati Cintaku Terjaga tak terperi Gembiraku menerjang tak berhenti Mazmurku berkumandang menembus hati Litaniku bersenyawa syukur mendera sepi Untuk apa aku di sini Bukan si hebat dengan kisah menarik nurani Bukan derita berkepanjangan tanpa diksi Aku hanya seorang Ibu yang bermimpi Mimpi untuk para buah hati Agar mereka meraih mimpi mimpi Mewujudkan mimpi Dan mencipta mimpi mimpi kembali Sehingga mimpi mimpi yang tak terbeli Mewujud nyata penuh arti Pada sudut ruang temaram Dengan Cahaya tiba tiba mati Aku Seolah mengerti, itu pasti terjadi Dengan seijin Ilahi Apalagi campur tangan Sang Murbengdumadi

Puisi 146

Hujan Rintik Pada kerinduan beiring dengan mentari bersinar terik berharap berjumpa pada teduh Pergantian satu waktu berkah Menghantar jiwa pada hampa dan resah  Berharap pada hari waktu yang menjadi hati dalam dahaga terperi usapan jemari ilahi Kami datang tanpa bhakti Tubuh lelah telanjang, seadanya Bukan rohani Pada ilahi dalam leluhur kami Betapa hujan rintik memberkati Detik detik waktu berarti Pengingat tanda sejati Sembah dan puja dari hati Hujan rintik Rintik Rintik Rintik murnikan daya pada kami Engkau hadir menimpali tingkah keraguan hati dan nurani Hujan rintik Rintik Rintik Rintik Tak urung sempat membuat kami terapi Mereka hadir dan membasuhi Leluhur berdoa memuji Hujan rintik Rintik Rintik Rintik Pertanda Ilahi merestui

Puisi 145

Year 6th Sometimes Maybe it is just an exaggerating on every 6 years for me It is just like the bamboo Growing its root and make it stronger Before growing the outer appearance Then to grow higher and higher Though with no fruits But ready to grow anywhere and everywhere I pray for my readiness For the place I am loving at Right now It is the place where I am growing To be a better person With all parts of the values The values of life Please keep on guiding speaking and ordering Your Will There always answers needed from You Especially this The current vineyards I am working at All for the children you have sent All for the Glory of Your name Where we worship differently But we believe that You are here with us You love us too You are pleased towards what we are doing That You love not because of what we do You love us, because You want to

Puisi 144

Sekali Lagi Kerendahan Hati Setingkat lagi.... Saat kemarahan Dengan kesalahpahaman Niat baik berbalas dendam Kebencian dan serapah Ketika jujur dan kata hati Dikerjai gengsi Betapa perih Tarikan nafas Karena rindu Rindu padaMu Duhai Kekasihku Jika boleh kusebut Engkau begitu Aku datang, ya jiwaku Menyumbat rindu tak terperi Mengadu padaMu Ya Rohku Sebab Engkau Mahamemahami Bahkan yang tersembunyi sekalipun Jalan sunyiku Menghantar Penghuni SurgaMu MengenalMu sebagai Bapa dan Kekasih Abadi Ajarilah aku untuk sekali lagi Lagi, lagi dan lagi Rendah Hati dan menyerukan hikmat KebijaksanaanMu

Puisi 143

Risa Antara Jombang, Bogor dan Surabaya Senja pengap merayap Dideru waktu terburu Dengung tunggu menghantu aku terpaku Pada mata bening jujur berair Mula tanya pada di mana Ah, mengalir, Kisahmu Antara Jombang, Bogor dan Surabaya Terlahir tak atas kehendakmu Tak jumpa pun di luar kuasamu Risa, semoga kau tetap ber-asa Tak hendak kubayangkan resahmu bercampur dengan tanya pencarian dan rindumu Terbalas oleh tidak dan tak Ah, Risa apa kupunya untuk hiburmu? hanya kata ... Lirih senandungmu antara Jombang, Bogor dan Surabaya Lihat saja Bundamu Tulus menemani dan menimangmu Semoga kau jumpa dengan mimpimu Masa depan dan panggilanmu Risa, ah, Kisah antara Jombang, Bogor dan Surabaya-mu Menusukku Mengalirkanku Pada air mata dan bilurku Selamat berjuang kawan, Jangan biarkan siapa pun merendahkanmu Karena engkau muda Untuk Risa, antara Jombang, Bogor dan Surabaya Terberkatilah hidupmu

Puisi 142

Rest What a word It sounds beautiful 'you need to rest' How could I do that Through tears and unstoppable prayers I need to rest on my way How could that be Isn't that would be Rest in Peace Hahaha I laugh Loud extremely louder I am not a superhero I am just too care Altruist maybe when a man is just a man when we are human being "We are human being" I truly remember who shout that phrase out loud Tears Sweat Blood are probably the ingredients of life I see you when I see you Human Love as I have been loved But I need to learn How far I could walk How big I could bear My limit Rest Is a break To continue Maybe to conquer nor to accomplish To rest under Your feet Crying, Begging nor Thanking Knowing me as me with the capacity You have put And yeah, this time I need to rest May I find the right way to Rest with you

Puisi 141

Untuk Seorang Pria Akan Hadir Orde Kepastian Tetiba air mata mengalir Hari ini 9 Mei Menyimak seorang pria Tangguh dan tulus Bersih meskipun tak kudus Belum Belum kudus Hati menyaru Saatnya telah tiba Yang benar dianggap salah Yang salah dianggap benar Menyeruak sebuah sabda akan tiba saatnya penganiayaan dan penderitaan Menyeru agar tidak khawatir akan apa yang harus dikatakan Karena IA menyertai hingga akhir jaman Memirsa mengenaimu Pria Bapak Kepala Gubernur sekaligus Hamba dan Pelayan Menatap kedalaman mata pancaran ketulusan dan kejujuran Ketakkompromian Sekaligus kepedulian Doa terangkat bahwa engkau tak sendirian ... Akan hadir orde kepastian di mana yang sakit disembuhkan yang buta akan melihat harapan bagi yang hilang asa yang dipenjara akan dibebaskan dalam iman, pengharapan dan kasih kasih Ilahi ketika Ia membuka pintu, tak ada yang sanggup menutupnya ketika Ia mengangkat, tak ada yang sanggup menurunkannya #iabesertakita