Puisi 20
Uban
Masih nyaman dengan rambut pendek
Ringkas
Ringan
Praktis
Sayang,
Trima kasih kau ijinkan diriku
Memangkas rambutku
Sampai begini pendek
Segar buatku
Tapi ingatkah kau
Saat kau belai ...
Kau temukan sehelai
Uban ...
Hanya sehelai
Hari itu
Aku ingat
Pasti bukan karena pigmen rambut yang berkurang
Seperti Didik, senior saat SMP
Atau Arum, teman sejawat SMA
Uban,
Dua helai ketika kau temukan lagi
Dua hari yang lalu
Apa rasamu Sayang?
Ubanku,
Sebelum aku 30 tahun
Ah,
Aku merasa nikmat
Bukan takut tua ...
Nikmat,
Uban yang aku cabut dari kepala Ibuku
Beberapa tahun lalu
Sekarang muncul di kepalaku
Sehelai
Dua helai
Tiga dan seterusnya
Hanya doa
Semoga lebih dewasa
Lebih bijaksana
Lebih matang
Lebih kuat
Lebih bergairah
Dalam menjalani hidup
Apa pendapatmu, Sayang?
Masih nyaman dengan rambut pendek
Ringkas
Ringan
Praktis
Sayang,
Trima kasih kau ijinkan diriku
Memangkas rambutku
Sampai begini pendek
Segar buatku
Tapi ingatkah kau
Saat kau belai ...
Kau temukan sehelai
Uban ...
Hanya sehelai
Hari itu
Aku ingat
Pasti bukan karena pigmen rambut yang berkurang
Seperti Didik, senior saat SMP
Atau Arum, teman sejawat SMA
Uban,
Dua helai ketika kau temukan lagi
Dua hari yang lalu
Apa rasamu Sayang?
Ubanku,
Sebelum aku 30 tahun
Ah,
Aku merasa nikmat
Bukan takut tua ...
Nikmat,
Uban yang aku cabut dari kepala Ibuku
Beberapa tahun lalu
Sekarang muncul di kepalaku
Sehelai
Dua helai
Tiga dan seterusnya
Hanya doa
Semoga lebih dewasa
Lebih bijaksana
Lebih matang
Lebih kuat
Lebih bergairah
Dalam menjalani hidup
Apa pendapatmu, Sayang?
Karitas I, 18 November 2010
Sayang, sama-sama uda beruban ya. Love
ReplyDelete