Posts

Showing posts from August, 2016

Puisi 138

Kelana tak Bertepi Betapa fana ... Betapa rapuh ... Terjerembab pada pendapat sendiri Pikiran mengikat, mengelabui Mengalihkan segala daya Nalar dan nurani ... Betapa tersesat Mengikuti tanpa kendali Tiga puluh enam Semestinya bijak dan rendah hati Murni dan tak ternodai Tak hendak terdustai Aku mengharap tak terperi Pada hati dan naluri Pada malam hening ini Aku menepi Aku mencari Gusti Tak hendak menyerah pada ini Kelana tak bertepi

Puisi 137

Mata Menatap padanya seolah membaca Kedalaman insan Pada mata saat pertama Tak terucap makna Tersirat pranala Pada mata kali ini, Aku terpana Peta perjalanan tak terucap Namun terpancar seolah bersamudera Aku membaca Keringat Darah dan Air mata Kasih Marah Mimpi Ada hangat di sana  Mata ini menangkapku Jalinan masa lalu dan masa depan Ah, aku berdoa Semoga bukan kelana dan putus asa Ada di sana Meski kata bersuara Kerap keras dan mendera Meski kata berirama Tak hendak didengar telinga Namun mata ada di sana Lingkaran retina, kornea, lensa, iris dan pupilnya Tak sanggup berdusta Kedua mata yang sejenak menatap itu Harapku tak hendak lagi kujumpa .... Hanya doa, ya, hanya doa ...