Posts

Showing posts from March, 2011

Puisi 53

Semu Tersenyum, Mengangguk, Menyapa, Setuju ... Tetapi menuding Berprasangka Menuduh Tidak patuh Kalau hanya semu Apalagi palsu Ah, tentu tidak ada gunanya Hilang maknanya Hanya hati tulus Beserta kepekaan Ditemani ketangguhan Dapat meraba Merasa Sekaligus maklum dan mengampuni

Puisi 52

Mengambang Pilihan-pilihan membentang Menyeruak bimbang Tiada bersentuh terang Rasakan luka sembuh tak meradang Ah, inginku sejenak mengambang Acuhkan ragu merindang Pasrah terlentang Ikuti arus bergelombang Menatap bintang Atau terpejam menepis rangsang Mengambang Mengharap bunyi genderang Bukan pertanda perang Namun harmoni diiringi gendang Meresap menjadi simbol benderang Arah tujuan asa baru menjelang

Puisi 51

Satu Ciuman Garis wajah penuh pertanyaan Seolah temukan hal-hal baru Kata - kata bertebaran Melucu ingin mendapatkan sekutu Sentuhan, Sesekali... Bukan dengan kulitmu Tapi dari bola mata yang menatap kuyu Pertanyaan - pertanyaan aneh Kalimat - kalimat tak biasa Mengudara Memenuhi jagat khayal hati bimbang Senyum penuh arti Diam yang dimengerti Perjumpaan yang salah Di waktu yang terlalu cepat Alur cerita menentukan jalannya Bukan untuk mewujud nyata Namun doa sudah terjawab Meletuskan sebuah akibat Kenangan tertinggal Dengan aura yang pasti dan benar Tapi tidak terpenuhi Alangkah berkesan Satu sentuhan mampu mengurai Satu tatapan mengungkap keluh kesah terdalam Dalam senyum Tersirat satu ciuman Sebuah ciuman pengertian bukan pengkhianatan Satu ciuman pembuktian Kelebatan perasaan yang tidak keliru Bukan untuk kasat mata Hanya sebagai sebuah lukisan Getaran tenggang rasa Mengunggah kecintaan dan kekaguman Yang tepat pada tempatnya Bukan pa...

Puisi 50

Haus Ramai sekali Bising, Suara suara berbaur Melebur Panas sekali Urat nadi menonjol Sumpah serapah tak terkendali Amarah tak terkontrol aku tersendat serasa tak berdaulat apa lagi kan ku beri apa lagi kan ku bagi Percaya Mengalir dengan lembut Tanggung jawab pun tak bertelut aku menerima dengan tanda tanya satu hal aku sadari aku tenggelam dalam dahaga aku haus kosong tak berisi bisu tak berbunyi kelu lidah kaku tak mampu menari aku haus merindu sapa ilmu aku haus mengharap lembar baru di mana air penyejuk di mana sumber peneguk menyiram urat melepuh meredam akar berpeluh kurasakan medan berpendar kudapatkan buah kehidupan bukan ruangan tapi semesta penuh perjanjian

Puisi 49

Extraordinary Tied It is extraordinary It is not about us only It is about others also There were two between us Dreamed It is extraordinary Have to dream About others Together It is extraordinary Must include Someone else Build It is extraordinary Not only on us Numbers They are extraordinary  29.30.31 22.12.06 07.08.09.10 Oh Dear What an extra extra extra extra extraordinary journey of our lives