Posts

Showing posts from December, 2010

Puisi 33

For Christmas Should be there lights?  gifts? Christmas Tree? Sparkling? Always be? No ... Joyful is in hearts ... Joyful by doing ... Not extremely The outside looking ... I try to remember I try to memorize I try to keep by my heart That HE The One Who humble HIMSELF was born in bad, poor, smelly, cold, simple, dirty, place ... Does HE need lights? Does HE need gift? Does HE need glamorous, sparkling, tree? Does HE need joy? The angel even come ... to the shepherd ... Shepherd ... Wait, shepherd? So, what for Christmas?

Puisi 32

Terhenyak Benarkah? Dunia macam apa ini? Semua lama ... Bukan usang ... Tetapi tentang Kesetiaan Kesederhanaan Kepercayaan Kekeluargaan Wajar ... Ada luka Ada gesekan Ada benturan Bahkan pertentangan Tapi Tetap bertahan ... Untuk satu kata Mengabdi ... aku terhenyak. Di tengah pragmatisme Di derasnya materialisme Dalam pusaran hedonisme Masih ada sekelumit Ruang ... Dunia ... Untuk dedikasi Murni ... Tulus ... Apa adanya ... Sederhana, Semakin melekatkah Kata ini padaku?

Puisi 31

Bougenville A common word There was in a song A simple flower Or maybe someone will not surprise to see to smell But here It is a story It is a memory It is a dignity It was planted Not so long It grew faster By special hands With a special purpose To protect To decorate To purify Even to glorify One day It was moved By hearts That were willing to own Maybe envy It was allowed By trust By respect By hope It was fail They thought It was die They felt It was cut It was 'killed' By force It was to be Substituted with money But there were hearts With love With respect With honor of memory It was replanted By wish By prayer By dream It starts to grow Oh ... Watch out! Observe! I was speechless To see The power of Grace The touch of Love The pure of Hope and Dream Bougenville ... Now becomes The symbol of love of hope of grace of protection of purity of dream It is worthy

Puisi 30

Tidak Terlalu Cerdas Yakinkah? Apa tidak rugi ... Apa tidak sayang ... Kenapa? Mau dapat apa nanti? Apa tidak di sini saja ... Tidak terlalu cerdas ... Pertanyaanku, Mana lebih penting, Cerdas atau peduli? Bagaimana kalau cerdas, Tapi egois dan materialis? Akan lebih mudah yang mana untuk bekerja sama? Tidak terlalu cerdas, tapi peduli tapi baik murah hati, apa adanya ... Memang kadang agak kasar, Tapi masih punya hati ... Ada yang cerdas, Tapi ketus. Cerdas, tapi sombong. Cerdas, tapi meremehkan yang lain. Cerdas, tapi merasa segalanya. kujawab, saat ini aku butuhkan yang mau bekerja sama mau peduli dan punya hati ... Tak apa, tak terlalu cerdas ... Karena ini bukan tampilanku Tapi karya bersama ....

Puisi 29

Mengenang Romo Vranken, SCJ Romo, Terima kasih Romo beri kami kesempatan Untuk mengenal, Untuk dekat ... Pada kesederhanaan Pada kebersahajaan Masih teringat jelas ... Romo pilih kami Anak kampung, Anak desa, Untuk menemani Romo Kurbankan Misa Di tempat yang jauh ... Tatap mata nan lembut Senyum geli yang sabar Saat kami terbata Siapkan peralatan Misa Genggaman tangan hangat Raut wajah yang teduh Mata yang sejuk Saat kami mengaku dosa Ya, Romo ... Kesederhanaan dan kelembutan itu Yang termeterai Yang membekas dalam benak kami Anak kampung, anak desa yang lugu Terima kasih, Pada satu waktu Romo memilih kami Untuk rayakan ulang tahun Romo Puji Syukur, Rosario, Yang Romo bagikan Dalam permainan Masih tersimpan dengan rapi Berada dalam genggaman kami Sampai hari ini Ingatkah Romo Saat itu Kita tertawa Bercanda Bersama-sama Ingatkah Romo Kala itu Mobil kita tak bisa lewat Jalan basah sehabis hujan Jembatan hanyut Terbawa arus? Rom...

Puisi 28

Kamu Tak Ada Berdebar ... Gelisah ... Penat ... Berusaha gembira Karena ada gembiraku Ada mazmurku Aah, tidak enak Ada yang hilang Tidak lengkap Saat kau tak ada Rindu juga ... Kangen banget ... Pinginnya cepat bertemu Cepat ada lagi Sayang ... Tidak enak waktu kau tak ada Gembira tidak yakin Mazmur yang tidak fokus Sayang, Tidak enak waktu kau tak ada Mungkinkah? Ini tak terulang lagi? Bisakah, kau tetap ada Dengan bergembira Dengan bermazmur Sayang, Tidak enak waktu kau tak ada Jadi, Cepat pulang ...

Puisi 27

KATOLIK Artinya, Untuk siapa saja Terbuka Menyeluruh Tersebar ke seluruh dunia Tidak menunjuk sekelompok orang yang terbatas Berpusat pada Roh Allah Yang menggerakkannya Menyatukan Memberdayakan dan mengangkat harkat setiap manusia Pada nyatanya, aku berjalan dan mengenal Ayah Ibuku mengacunya pada kesederhanaan pada empati dan kebersatuan pada kerelaan Aha, Perjalanan memang mengasyikkan Pengalaman adalah luar biasa Pada saat ini Aku mengerti, Sulit untuk dihayati Bersamaan Melainkan sendiri Secara pribadi Dalam hati dan hidup sehari-hari

Puisi 26

Kaul Kemiskinan Terganggu ... Apakah perlu? Apa itu miskin? Yang benar saja ... Dinyatakan, Tapi tak dilakukan ... Kasihan ... Yang miskin Mereka sungguh-sungguh miskin Tanpa harus berkaul Miskin dalam arti yang sebenarnya Jarang makan Sering tidur Tak pegang uang, serupiah pun Mungkin tak berumah Tak pernah mandi Tak sempat pula Gosok gigi Tak bergizi Tapi sehat Tapi kuat Jangankan laptop, Jangankan handphone Atau I-Pad Jangankan sekolah Atau berobat ... Aah ... Mereka tak berkaul Mereka tak bersumpah Tapi sungguh-sungguh miskin Tak berada Tak berpunya Lalu, apa artinya? Miskin di hadapan Allah? Karena kataNya, Merekalah yang empunya Kerajaan Sorga Mereka yang miskin, Mereka yang berkaul miskin, Mereka yang memiskinkan diri, Mereka yang dimiskinkan, Atau mereka yang selalu membutuhkan Allah?