Puisi 89
Tiada, Ada, Tiada
Biarlah yang tiada tetap tiada.
Ketika ada diterima menjadi ada
kemudian tiada,
apa harus dikata,
syukur atau pelelap asa.
Sayangnya, yang KAU riba penuh cela....
Aku sapa malam...
Ia sunyi
Aku ketuk malam...
Ia terbuka namun diam
Hanya hati
Lirih
Menyelesak
Riba-Mu yang kutemui...
Biarlah yang tiada tetap tiada.
Ketika ada diterima menjadi ada
kemudian tiada,
apa harus dikata,
syukur atau pelelap asa.
Sayangnya, yang KAU riba penuh cela....
Aku sapa malam...
Ia sunyi
Aku ketuk malam...
Ia terbuka namun diam
Hanya hati
Lirih
Menyelesak
Riba-Mu yang kutemui...
Comments
Post a Comment