Puisi 137

Mata

Menatap padanya seolah membaca
Kedalaman insan
Pada mata saat pertama
Tak terucap makna
Tersirat pranala

Pada mata kali ini,
Aku terpana
Peta perjalanan tak terucap
Namun terpancar seolah bersamudera
Aku membaca

Keringat
Darah
dan Air mata
Kasih
Marah
Mimpi
Ada hangat di sana 

Mata ini menangkapku
Jalinan masa lalu dan masa depan
Ah, aku berdoa
Semoga bukan kelana dan putus asa
Ada di sana

Meski kata bersuara
Kerap keras dan mendera
Meski kata berirama
Tak hendak didengar telinga

Namun mata ada di sana
Lingkaran retina, kornea, lensa, iris dan pupilnya
Tak sanggup berdusta
Kedua mata yang sejenak menatap itu
Harapku tak hendak lagi kujumpa ....
Hanya doa, ya, hanya doa ...

Comments

Popular posts from this blog

Puisi 144

Puisi 146

Puisi 147