Puisi 109

Getir

Pagi menyapa
Dingin
Entah mengapa
Aku gemetar

Dingin
Begitu dingin
Tak kutahu
Ada apa

Seolah berenang
Seperti tenggelam
Dingin
Merayap
Mendaki punggung
Sepanjang lengkung

Getir
Tiba tiba menyeruak
Kabar itu
Menusuk mataku

Mereka hilang
Begitu saja
Kutunggu
Kusimak
Hanya getir itu

Getir itu lagi hingga lalu hari
Getir yang untuk mereka
Getir yang tak kucipta

Tuhan,
Ke dalam tanganMu
Kubawakan doa
Semoga Engkau berkenan menerima
Hibur, bahagiakan mereka
Ketika pagi tiba
Tetapi mereka sirna
Dalam kasat mata
Tapi sejatinya
Mereka terbang menuju Nirwana

Terima,
Terimalah mereka
Sambut,
Sambutlah mereka

Biar pun getir ini yang kurasa
Turut mencecap asa
Putus
Yang harus menerima
Dalam duka
Tertinggal lara
Hanya doa
Semoga harum di surga

Comments

Popular posts from this blog

Puisi 144

Puisi 146

Puisi 147