Puisi 51
Satu Ciuman
Garis wajah penuh pertanyaan
Seolah temukan hal-hal baru
Kata - kata bertebaran
Melucu ingin mendapatkan sekutu
Sentuhan,
Sesekali...
Bukan dengan kulitmu
Tapi dari bola mata yang menatap kuyu
Pertanyaan - pertanyaan aneh
Kalimat - kalimat tak biasa
Mengudara
Memenuhi jagat khayal hati bimbang
Senyum penuh arti
Diam yang dimengerti
Perjumpaan yang salah
Di waktu yang terlalu cepat
Alur cerita menentukan jalannya
Bukan untuk mewujud nyata
Namun doa sudah terjawab
Meletuskan sebuah akibat
Kenangan tertinggal
Dengan aura yang pasti dan benar
Tapi tidak terpenuhi
Alangkah berkesan
Satu sentuhan mampu mengurai
Satu tatapan mengungkap keluh kesah terdalam
Dalam senyum
Tersirat satu ciuman
Sebuah ciuman pengertian
bukan pengkhianatan
Satu ciuman pembuktian
Kelebatan perasaan yang tidak keliru
Bukan untuk kasat mata
Hanya sebagai sebuah lukisan
Getaran tenggang rasa
Mengunggah kecintaan dan kekaguman
Yang tepat pada tempatnya
Bukan panggilan liar arus
Kenikmatan
Dalam satu ciuman
Garis wajah penuh pertanyaan
Seolah temukan hal-hal baru
Kata - kata bertebaran
Melucu ingin mendapatkan sekutu
Sentuhan,
Sesekali...
Bukan dengan kulitmu
Tapi dari bola mata yang menatap kuyu
Pertanyaan - pertanyaan aneh
Kalimat - kalimat tak biasa
Mengudara
Memenuhi jagat khayal hati bimbang
Senyum penuh arti
Diam yang dimengerti
Perjumpaan yang salah
Di waktu yang terlalu cepat
Alur cerita menentukan jalannya
Bukan untuk mewujud nyata
Namun doa sudah terjawab
Meletuskan sebuah akibat
Kenangan tertinggal
Dengan aura yang pasti dan benar
Tapi tidak terpenuhi
Alangkah berkesan
Satu sentuhan mampu mengurai
Satu tatapan mengungkap keluh kesah terdalam
Dalam senyum
Tersirat satu ciuman
Sebuah ciuman pengertian
bukan pengkhianatan
Satu ciuman pembuktian
Kelebatan perasaan yang tidak keliru
Bukan untuk kasat mata
Hanya sebagai sebuah lukisan
Getaran tenggang rasa
Mengunggah kecintaan dan kekaguman
Yang tepat pada tempatnya
Bukan panggilan liar arus
Kenikmatan
Dalam satu ciuman
Comments
Post a Comment