Puisi 50
Haus
Ramai sekali
Bising,
Suara suara berbaur
Melebur
Panas sekali
Urat nadi menonjol
Sumpah serapah tak terkendali
Amarah tak terkontrol
aku tersendat
serasa tak berdaulat
apa lagi kan ku beri
apa lagi kan ku bagi
Percaya
Mengalir dengan lembut
Tanggung jawab pun
tak bertelut
aku menerima
dengan tanda tanya
satu hal aku sadari
aku tenggelam
dalam dahaga
aku haus
kosong tak berisi
bisu tak berbunyi
kelu lidah kaku
tak mampu menari
aku haus
merindu
sapa ilmu
aku haus
mengharap
lembar baru
di mana air penyejuk
di mana sumber peneguk
menyiram urat melepuh
meredam akar berpeluh
kurasakan medan berpendar
kudapatkan buah kehidupan
bukan ruangan
tapi semesta penuh perjanjian
Ramai sekali
Bising,
Suara suara berbaur
Melebur
Panas sekali
Urat nadi menonjol
Sumpah serapah tak terkendali
Amarah tak terkontrol
aku tersendat
serasa tak berdaulat
apa lagi kan ku beri
apa lagi kan ku bagi
Percaya
Mengalir dengan lembut
Tanggung jawab pun
tak bertelut
aku menerima
dengan tanda tanya
satu hal aku sadari
aku tenggelam
dalam dahaga
aku haus
kosong tak berisi
bisu tak berbunyi
kelu lidah kaku
tak mampu menari
aku haus
merindu
sapa ilmu
aku haus
mengharap
lembar baru
di mana air penyejuk
di mana sumber peneguk
menyiram urat melepuh
meredam akar berpeluh
kurasakan medan berpendar
kudapatkan buah kehidupan
bukan ruangan
tapi semesta penuh perjanjian
Comments
Post a Comment