Puisi 46
Tepekur
Di sinilah aku
Kembali tepekur
Berjuang untuk berpegang
Pada janji-janji-Mu
Bertanya aku pada malam
Temankah?
Sahabatkah?
Anakkah?
Hambakah?
aku bagi-Mu.
Tak menentu.
Kau tahu,
bukan untukku.
Tak kumiliki
Buat dia.
Bagi mereka.
Air mata
kembali terbit
Buram
Menatapku.
Ke manakah lagi
akan Kau bawa
aku ini.
atau aku sendirilah
membawaku jauh
Sakit,
lagi
Menyadari
kehilangan
Bersama tiga hati
Dua hati begitu peduli
Menjadi penopang
Saat sendiri
Yang terakhir
tak kumengerti
tak kupahami
Kecupan itu
Pelukan itu
Belaian itu
Sadarkan aku
tak sendiri
Ke mana lagi?
Untuk siapa lagi?
Perih?
Tapi berseri
Tetap mensyukuri
Biar muda
Bahkan belia
Umpama benih
yang baru tumbuh
namun justru kekuatan
bahkan penghiburan
yang kudapatkan
merekalah
gembiraku
merekalah
mazmurku
Di sinilah aku
Kembali tepekur
Berjuang untuk berpegang
Pada janji-janji-Mu
Bertanya aku pada malam
Temankah?
Sahabatkah?
Anakkah?
Hambakah?
aku bagi-Mu.
Tak menentu.
Kau tahu,
bukan untukku.
Tak kumiliki
Buat dia.
Bagi mereka.
Air mata
kembali terbit
Buram
Menatapku.
Ke manakah lagi
akan Kau bawa
aku ini.
atau aku sendirilah
membawaku jauh
Sakit,
lagi
Menyadari
kehilangan
Bersama tiga hati
Dua hati begitu peduli
Menjadi penopang
Saat sendiri
Yang terakhir
tak kumengerti
tak kupahami
Kecupan itu
Pelukan itu
Belaian itu
Sadarkan aku
tak sendiri
Ke mana lagi?
Untuk siapa lagi?
Perih?
Tapi berseri
Tetap mensyukuri
Biar muda
Bahkan belia
Umpama benih
yang baru tumbuh
namun justru kekuatan
bahkan penghiburan
yang kudapatkan
merekalah
gembiraku
merekalah
mazmurku
Comments
Post a Comment