Puisi 29

Mengenang Romo Vranken, SCJ

Romo,
Terima kasih
Romo beri kami kesempatan
Untuk mengenal,
Untuk dekat ...

Pada kesederhanaan
Pada kebersahajaan

Masih teringat jelas ...
Romo pilih kami
Anak kampung,
Anak desa,
Untuk menemani Romo
Kurbankan Misa
Di tempat yang jauh ...

Tatap mata nan lembut
Senyum geli yang sabar
Saat kami terbata
Siapkan peralatan Misa

Genggaman tangan hangat
Raut wajah yang teduh
Mata yang sejuk
Saat kami mengaku dosa

Ya, Romo ...
Kesederhanaan dan kelembutan itu
Yang termeterai
Yang membekas dalam benak kami
Anak kampung, anak desa yang lugu

Terima kasih,
Pada satu waktu
Romo memilih kami
Untuk rayakan ulang tahun Romo

Puji Syukur,
Rosario,
Yang Romo bagikan
Dalam permainan
Masih tersimpan dengan rapi
Berada dalam genggaman kami
Sampai hari ini

Ingatkah Romo
Saat itu
Kita tertawa
Bercanda
Bersama-sama

Ingatkah Romo
Kala itu
Mobil kita tak bisa lewat
Jalan basah sehabis hujan
Jembatan hanyut
Terbawa arus?

Romo pasti ingat
Setandan pisang
Oleh-oleh dari umat
Romo bawa dengan hikmat

Usapan lembut di kepala kami
Ucapan terima kasih tulus
Usai menghantar kami pulang
Kata patah sampai jumpa lagi

Terkenang, terkenang kami
Tertanam, tertanam halus
Dalam jiwa kami

Di mana Romo saat ini?
Kami yakin,
Romo pun terkenang
Pada kami
Anak desa, anak kampung
Yang tak terbeli
Teguh berdiri
Di atas nilai
Yang Romo imani

Comments

Popular posts from this blog

Puisi 144

Puisi 146

Puisi 147