Puisi 139
Desember
Usai seuntaian doa
Pada para leluhur pencipta masa
Nenek moyang, pahlawan pada kalanya
Doa ini tak berhenti
Kenangan ini tak kan habis
Dingin ...
Mendung ...
Gerimis ...
Pertanda Desember
Desemberku
Desember kita ...
Ada asa di sana
Untuk berjumpa
Bersua selaksa cinta ...
Ah, pada Desember ini ...
Sunyi bagiku ...
Bisu ...
Saat kelam menyergap ...
Kalut ...
Semoga aku mampu ...
Tanpamu, Bapak ...
Namun dengan doa darimu, Bapak ...
Biarkan sedarah yang mencaci dan menghakimi ...
Biarkan sunyi mengelana dalam sepi pikir dan hening diri ...
Aku meretas ...
Bola kabut di kepala ...
Ingin tuntaskan segala ...
Karya tak selesai terbengkalai ...
Ini doa dan harapku ...
MenjumpaiMu dalam kelemahan
dan haru biruku ...
Mendesak dahaga memelukmu dalam sekutu ...
Usai seuntaian doa
Pada para leluhur pencipta masa
Nenek moyang, pahlawan pada kalanya
Doa ini tak berhenti
Kenangan ini tak kan habis
Dingin ...
Mendung ...
Gerimis ...
Pertanda Desember
Desemberku
Desember kita ...
Ada asa di sana
Untuk berjumpa
Bersua selaksa cinta ...
Ah, pada Desember ini ...
Sunyi bagiku ...
Bisu ...
Saat kelam menyergap ...
Kalut ...
Semoga aku mampu ...
Tanpamu, Bapak ...
Namun dengan doa darimu, Bapak ...
Biarkan sedarah yang mencaci dan menghakimi ...
Biarkan sunyi mengelana dalam sepi pikir dan hening diri ...
Aku meretas ...
Bola kabut di kepala ...
Ingin tuntaskan segala ...
Karya tak selesai terbengkalai ...
Ini doa dan harapku ...
MenjumpaiMu dalam kelemahan
dan haru biruku ...
Mendesak dahaga memelukmu dalam sekutu ...
Comments
Post a Comment