Puisi 136
Jalan Sunyiku
(Bahagia kuterikat pada YAHWE, harapanku pada Allah Tuhanku)
Debur menderu di jantungku
Desah lelah di nafasku
Perlahan seolah berhenti
Dalam diam kujemput, jalan sunyiku
Segala daya
Segenap rupa raga dan tenaga
Telah jauh membumbungku pada hening ini
Aku berhenti
Air mata yang meleleh, tak lagi bermakna sama
Keringat yang mengalir, mendamba asa yang berbeda
Kusam masai kulit dan rambut ini, merindu pada jiwa
Jiwa tak berjelaga, tulus dengan bening cahaya
Pada jalan sunyiku
Jalan naik, berkelok dan menikung ini
aku mengapung
layaknya sehelai daun hanyut
melarut
pada arus sungai
layaknya pada malam, ketika nurani mengajarku
Hening ini memelukku
Pada jalan sunyiku
Welas, asih, luka, harapan dan cinta
Menderapku pada KerahimanMu
ENGKAU sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku.
Pada jalan sunyiku, aku kembali menjumpaimu ...
Belas kasih dan cintamu, menghantarku
pada jalan sunyiku ....
(Bahagia kuterikat pada YAHWE, harapanku pada Allah Tuhanku)
Debur menderu di jantungku
Desah lelah di nafasku
Perlahan seolah berhenti
Dalam diam kujemput, jalan sunyiku
Segala daya
Segenap rupa raga dan tenaga
Telah jauh membumbungku pada hening ini
Aku berhenti
Air mata yang meleleh, tak lagi bermakna sama
Keringat yang mengalir, mendamba asa yang berbeda
Kusam masai kulit dan rambut ini, merindu pada jiwa
Jiwa tak berjelaga, tulus dengan bening cahaya
Pada jalan sunyiku
Jalan naik, berkelok dan menikung ini
aku mengapung
layaknya sehelai daun hanyut
melarut
pada arus sungai
layaknya pada malam, ketika nurani mengajarku
Hening ini memelukku
Pada jalan sunyiku
Welas, asih, luka, harapan dan cinta
Menderapku pada KerahimanMu
ENGKAU sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku.
Pada jalan sunyiku, aku kembali menjumpaimu ...
Belas kasih dan cintamu, menghantarku
pada jalan sunyiku ....
Comments
Post a Comment