Puisi 131
Semester
Jejaring hari dan waktu melingkupiku
Pada kala sementara
Tak berapa lama
Mampu hadirkanku
Pada dalam diri
Yang manusiawi
Mengenai kita
Tat Twam Asi
Aku adalah kamu
Kamu adalah aku
Aku, kamu adalah dia
Adalah mereka
Awal sapa hangat waktu itu
Januari, kala waktu tiba-tiba menyergap
Selaksa hendak menelan kita
Kau bicara
Kau berkata
Entah sepenuh dan setulus hati
atau hanya pemanis, ajian rayuanmu
Ini tentangku
Ini tentangmu
Ini tentang kita
Ahay, aku tergoda
Benang - benang kabut menjalariku
Sulur - sulur masa lalu mendekapku
aku hilang dan tersesat
Pada tanya tersumbat
aku merindu
seperti di kala lalu
aku menyuruk, pasrah seperti pada ibu
Manis
Tetapi pahit
Menggelenyar
Tetapi takut
Masa kini
bukanlah masa lalu
Masa lalu adalah guru
Tak hendak aku serahkan kekinianku
Pada gelombang masa lalu
Terhantar pun dalam jalinanku dengan penuh rindu
Masaku
Masa ini untuk hidupku
Semester ini aku tahu
aku pun bukan milikku sendiri
ada Dewaku
Gembiraku
Mazmurku
Bahkan Litaniku
Jejaring hari dan waktu melingkupiku
Pada kala sementara
Tak berapa lama
Mampu hadirkanku
Pada dalam diri
Yang manusiawi
Mengenai kita
Tat Twam Asi
Aku adalah kamu
Kamu adalah aku
Aku, kamu adalah dia
Adalah mereka
Awal sapa hangat waktu itu
Januari, kala waktu tiba-tiba menyergap
Selaksa hendak menelan kita
Kau bicara
Kau berkata
Entah sepenuh dan setulus hati
atau hanya pemanis, ajian rayuanmu
Ini tentangku
Ini tentangmu
Ini tentang kita
Ahay, aku tergoda
Benang - benang kabut menjalariku
Sulur - sulur masa lalu mendekapku
aku hilang dan tersesat
Pada tanya tersumbat
aku merindu
seperti di kala lalu
aku menyuruk, pasrah seperti pada ibu
Manis
Tetapi pahit
Menggelenyar
Tetapi takut
Masa kini
bukanlah masa lalu
Masa lalu adalah guru
Tak hendak aku serahkan kekinianku
Pada gelombang masa lalu
Terhantar pun dalam jalinanku dengan penuh rindu
Masaku
Masa ini untuk hidupku
Semester ini aku tahu
aku pun bukan milikku sendiri
ada Dewaku
Gembiraku
Mazmurku
Bahkan Litaniku
Comments
Post a Comment