Puisi 99

Betapa Cinta itu Menikamku Begitu Dalam

"Aku sering ditikam cinta, pernah dilemparkan badai, tapi aku tetap berdiri"

Betapa cinta itu menikamku begitu dalam
Ketika aku belajar mulai mencintai, bahkan cinta itu ditolak mentah-mentah
dan dibuang begitu saja
Ah, tetapi mengapa cinta itu tetap ada?

Bahkan setelah aku pergi jauh dan berputar ...
Cinta itu begitu luas dan dalam ...
Tidak hanya untuk seorang
Tapi cinta itu menikamku begitu dalam
Hingga semangat hampir padam

Cinta yang berbalas bisa
Ah, ia menikamku lagi ...
Tapi anehnya, aku tetap berdiri...
Cinta yang berujung marah ...
Lagi - lagi ia menikamku
Cinta yang berbuah dusta
Cinta yang berbalik dahaga
Untuk mempermalukan dan menjatuhkan ...

Betapa dalam cinta telah menikamku
Berulang - ulang
Tapi aku tetap berdiri
Aku tak peduli
Cinta adalah jawaban
Yang dapat dinikmati dalam keabadian

Meskipun cintaku tak sebanding
Dengan mahkota duri yang terpasang
Dengan salib yang terpancang
Dengan tangan terpaku yang terentang
Dengan lambung yang tertusuk pedang
Dengan pengkhianatan yang meradang

Namun di sanalah cinta berupa kesejatian
Ketika ia justru menikam semakin dalam
Bahwa ialah jawaban untuk kesempurnaan


*cite from SWAMI's song: NYANYIAN JIWA, by IWAN FALS

Comments

Popular posts from this blog

Puisi 144

Puisi 146

Puisi 147